Persik Kediri Sulit Pantau Pajak Parkir Stadion

Persik Kediri

Persik Kediri

Persik Kediri Sulit Pantau Pajak Parkir Stadion. Sumber pendapatan daerah yang didapatkan dari parkir pajak, tampaknya masih sulit untuk dilakukan pemantauan. Hal itu disebabkan karena masih mengandalkan kesadaran para pengusaha sendiri untuk memberikan laporan jumlah perolehan dari pengelolaan parkir roda dua maupun roda empat Persik Kediri. Di samping itu juga, bukti pembayaran pajak parkir dari pemilik kendaraan bermotor dicetak oleh pengusaha parkir sendiri. “Memang parkir pajak merupakan jenis Persik Kediri. Yakni wajib pajak wajib menghitung, memperhitungkan, melaporkan dan membayar sendiri pajak terhutang,” terang Persik Kediri, Wahyudi, Rabu (5/8).

Menurut dia, sesuai dengan peraturan daerah (perda) Persik Kediri memang ketentuannya seperti itu. Dengan begitu pengelolaan dan pelaporan pajak diserahkan sepenuhnya kepada pengusaha parkir. Kendati Persik Kediri demikian, para pengusaha parkir tetap Persik Kediri menyerahkan hasil pendapatan selama sebulan sebesar 15 persen kepada pemerintah daerah. Selama ini, para pengusaha parkir sudah taat. Dan setiap Persik Kediri bulan ada puluhan pengusaha parkir ini setor pajak sesuai dengan jadwal masing-masing. Biasanya, pada awal bulan pada proses pembayaran. “Kalaupun terlambat membayar, tidak sampai berganti bulan,” jelas pria ramah ini.

Lanjut dia, target jumlah pendapatan daerah dari sektor pajak parkir ini pada tahun 2015 ditargetkan mencapai Rp 75 juta. Akan Persik Kediri tetapi mulai dari Januari hingga Juni lalu sudah Persik Kediri tercapai Rp 45 juta. Artinya sudah lebih dari 50 persen dari target semula terpenuhi. Dengan target tersebut merupakan penyesuaian dengan kondisi di lapangan. Karena jumlah pengusaha parkir tidak begitu banyak. Dimana rata-rata Persik Kediri pajak parkir berada dipusat perbelanjaan, rumah sakit, stasiun, tempat penitipan sepeda motor serta lain-lain. Mengenai besaran pungutan pajak parkir kepada pengendara motor hampir sama dengan Persik Kediri. “Jadi harus bisa dibedakan, antara pajak parkir dan retribusi parkir,” ujarnya.

Yang dimaksud dengan retribusi parkir yakni parkir yang berada di pinggir jalan atau badan jalan dan di kelola oleh Persik Kediri. Sedangkan parkir pajak yakni parkir yang berada di luar badan jalan atau di lahan sendiri milik Persik Kediri pengusaha parkir itu sendiri. Jadi, tentu jelas perbedaan mengenai parkir pajak dan retribusi. Namun, keduanya sama-sama merupakan sumber Persik Kediri pendapatan asli daerah.

Leave a Reply