Tanda Gejala Penyebab dan Pengobatan Diare pada Anak

Kesehatan menjadi suatu hal yang sangat utama yang harus diperhatikan oleh setiap orang, terutama anak-anak. Anak-anak cenderung memiliki antibodi yang lebih lemah daripada orang dewasa sehingga anak-anak sangat rentan terhadap suatu penyakit yang mengenainya terutama penyakit yang dapat disebabkan oleh suatu virus atau bakteri. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri adalah diare. Diare pada anak memang cukup banyak kasusnya di Indonesia. Penyebab adanya bakteri yang menjadi diare adalah dari pola hidup masyarakat sendiri. Mulai dari konsumsi air dan makanan, hingga penggunaan pakaian dan alat-alat makan sehari-hari.

Gejala Diare Pada Anak Dan Diare Pada Orang Dewasa Hampir Sama

gejala diare pada anak dan orang dewasa

Baik diare pada anak ataupun dewasa hampir sama, dimana diare sendiri merupakan suatu penyakit dengan tanda frekuensi buang air besar yang berlebih dimana dalam 24 jam terdapat lebih dari 3x dengan konsistensi feses yang cukup cair. Dengan seringnya keluar cairan, maka penderita diare ini dapat mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan dalam tubuhnya. Diare ini juga dapat menyebabkan seseorang menjadi mual, muntah, mulas, demam, bahkan feses yang disertai darah. Diare ini mempunyai beberapa macam, yaitu diare akut yang ditandai seperti diare biasa dengan waktu sekitar 2-3 hari. Sedangkan untuk diare kronik sendiri merupakan diare dengan adanya demam dan juga darah serta waktu yang cukup lama yaitu sekitar 2 minggu. Biasanya untuk diare akut penyebabnya adalah makanan atau minuman yang tidak cocok dengan saluran pencernaan sehingga membuat usus bereaksi. Sedangkan untuk diare yang disertai dengan darah dan demam merupakan diare yang terjadi akibat dari bakteri.

Infeksi bakteri tersebut membuat cairan feses keluar disertai dengan darah. Untuk mengobati diare ini perlu adanya kultur bakteri terlebih dahulu untuk menentukan antibiotik mana yang paling tepat digunakan untuk bakteri tersebut. Sedangkan untuk diare akut bisa menggunakan pertolongan pertama untuk diare pada anak maupun dewasa adalah dengan menggunakan rehidrasi yaitu ORS atau Oral Rehydration Solution atau banyak dikenal dengan nama oralit. Pengobatan secara oral ini mampu menurunkan tingkat dehidrasi penderita. Tidak hanya diberikan pengobatan farmakologi saja, untuk penderita diare lebih baik diberikan edukasi dan pengobatan non farmakologi seperti minum air putih 2 liter perhari, istirahat yang cukup, serta menghindari makanan yang bersantan, berlemak, pedas. Sedangkan untuk edukasi pada anak lebih baik mengenai bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar.

Cuci tangan sebelum makan memang sesuatu yang cukup penting, karena bakteri yang dapat menyebabkan diare pada anak tersebut dapat disebabkan karena kurang kebersihan tangan. Sehingga lebih baik ajarkan anak untuk mencuci tangan sebelum makan dengan menggunakan sabun. Lifebuoy merupakan sabun dengan antibakteri yang cukup untuk membunuh bakteri dan mengandung active silver untuk membunuh bakteri tersebut. Sehingga tangan akan tetap bersih ketika makan dan anak akan terhindar dari berbagai macam masalah kesehatan.

Leave a Reply