Rupiah Melemah Tipis 0,6% Terhadap Dolar AS di 2017

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang 2017 tercatat mengalami depresiasi 0,6% dengan rata-rata Rp 13.385 per dolar AS. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS di 2017 masih terbilang cukup stabil.

” Nilai ganti rupiah 2017 stabil dengan rata-rata harian depresiasi tidak tebal 0, 6% Rp 13. 385. Gerakan rupiah stabil karna masuk dana asing penting searah dengan perubahan eksternal, ” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara dalam Soft Rilis CNBC Indonesia di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2018).

Ke depan, BI juga selalu mewaspadai ketidakpastian dari keuangan global serta efeknya ke nilai ganti rupiah.

Diluar itu, nilai ganti rupiah pada dolar AS hari ini ada di level Rp 13. 602 berdasar pada data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate yang dilaunching Bank Indonesia pada Kamis (8/2/2018). Pelemahan Rupiah pada dolar AS berlangsung mulai sejak akhir Oktober 2017 kemarin.

Mirza menyebutkan, BI ada di pasar uang untuk lakukan stabilisasi nilai ganti rupiah supaya tidaklah terlalu alami pelemahan.

Bca juga: kurs dollar hari ini

” Bank Indonesia tentu berada di pasar. Sama Bank Indonesia pada saat inflow masuk besar, Bank Indonesia ada juga di pasar agar tidaklah terlalu volatile. Kita juga cadangan devisa ya kan. Pada saat ada volatility outflow kita ada juga di pasar memakai cadangan devisa yang tempo hari kita ukur, beberapa hal yang normal-normal saja, ” papar Mirza.

Volatilitas nilai ganti rupiah pada dolar AS, kata Mirza, buat BI mewajibkan swasta serta BUMN lakukan hedging dengan kata lain asuransi utang berbentuk valasnya. Usaha ini dikerjakan supaya jumnlah Utang Luar Negeri (ULN) tidak alami gejolak sangat dalam bila rupiah alami pelemahan.

” Maka dari itu BI buat ketentuan kalau korporasi BUMN ataupun swasta minimal 25% dari net keharusan valas dia mesti di-hedge. Nah hasil pemantauan BI majority korporasi itu taat, ” tutur Mirza.

Leave a Reply