Masakan Nasi Gandul Khas Pati

Masakan Nasi Gandul Khas Pati

Hai Selamat siang, assalamu’ allaikum. Apa kabar hari ini? pastinya baikkan. kali ini kami akan membahas tentang nasi gandul khas pati yang sangat memiliki ciri khas berbeda dengan daerah lainnya. nasi gandul yaitu makanan khas kuliner dari kabupaten pati jawa tengah. konon dulu asal usul dari Nasi Gandul yaitu daerah pati yang mempopulerkan masakan ini yaitu desa Gajahmati, itulah sebabnya mengapa sering ditemui kata – kata Nasi Gandul Gajah mati. Walaupun pada akhirnya banyak ditemui penjual nasi gandul yang tidak berasal dari desa Gajahmati tetap menuliskan kata desa Gajah mati pada spanduk tempat mekan mereka atau lapak. jika ditelusuri asal – usul pemberian nama  nasi gandul, banyak versi yang mengemukakakn tentang hal tersebut.

Masakan Nasi Gandul Khas Pati

versi yang awal yaitu mengatakan bahwa nama dari nasi gundul adalah nama pemberian dari pembeli. Dulu, didaerah pati, penjual nasi gundul menjajakan nasinya dengan menggunakan pikulan yang berisi kuali (tempat untuk kuah nasi gandul) di satu sisi dan bakul nasi serta peralatan makan nasi gandul sisi lain. Kemudian, pikulan tersebut digotong dan dijajakan sehingga pikulan tersebut naik – turun seirama dengan langkah penjualnya (kedua sisi dari bambu tersebut bergantungan bakul nasi dan kuali kuah scara menggantung (gandul). Oleh sebab itu, Masyarakat kemudian menamainya nasi gandul.

Versi Selanjutnya, Nama nasi gandul terinspirasi dari cara menyajikannha dari nasi gandul yang unik. Cara penyajiannya : Piring yang telah dilapisi oleh daun pisang. kemudian diisi dengan nasi, baru setelah itu diberi kuah. karna penyajian yang serupa itu, oleh para pembeli menyebut bahwa nasi dan kuah itu mengambang; menggantung (tidak menyentuh piring).

Versi lainnya yaitu mungkin dahulu hanya sebagai bahan banyolan masyarakat pati. dikisahkan bahwa penjual (seorang pria) yang menjajakan nasi gandul tersebut dengan cara dia berkeliling, memakai sarung penjual tersebut tersingkap dan kelihatan alat kelaminnya yang ‘gondal – gandul’. Kemudian, sejak saat itu oran gmenyebut nasi tersebut yaitu nasi ganduk. Dari berbagai versi – versi diatas mulai versi awal, versi selanjutnya dan versi lainnya dapat diterima oleh masyarakat banyak.

Cara Untuk penyajian Nasi Gandul

Untuk cara penyajian nasi gandul ini tergolong unik, karena dalam penyajiannya piring dialasi dengan daun pisang. makanya juga tidak menggunakan sendok, melainkan menggunakan suru yaitu daun pisang yang dipotong memanjang dan dilipat dua utnuk digunakan sebaai pengganti sendok. namun biasanya para penjual nasi gandul tetap menyediakan sendok maupun garpu untuk persiapan apabila pembeli tidak bisa menggunakan suru.

saat memebeli nasi gandul terebut biasanya hanya akan mendapatkan nasi putih ditambah kuah gandul dengan sedikit potongan daging sapi. apabila lauk yang telah diberikan dianggap tidak cukup, pembeli dapat meminta tambahan lauk yang tersedia pada nasi gandul seperti tempe goreng, perkedel, telur bacem, daging sapi dan jerohan sapi. tambahan lauk ini dapat dipotong kecil 0 kecil sesuai dengan permintaan pembeli.

buat kalian jika berkunjung kedaerah pati jangan lupa untuk menyicipi nasi gandul tersebut, tidak lengkap rasanya jika kita  sedang berkunjung di pati jawa tengah kalau tidak mencicipi menu dari satu ini.

Bahan utama nasi gandul, sambung Joni, adalah daging sapi atau bagian jeroan sapi. Olahan sapi oleh penjual diolah hingga menjadi babat, lepon, jeroan, hingga daging itu sendiri. Kuah nasi gandul pun dibuat secara khas dengan rempah-rempah khas nusantara. Kuah nasi gandul dibuat dengan memadukan bawang putih, bawang merah, cabai merah, kemiri, jahe, kayu manis, serta memakai santan kepala.

Sekian dulu artikel saya semoga bermanfaat bagi semua.

Leave a Reply