Category: Masjid

Kontraktor Kubah Masjid di Kupang Nusa Tenggara Timur

Kontraktor Kubah Masjid di Kupang Nusa Tenggara Timur

Kontraktor Kubah Masjid di Kupang Nusa Tenggara Timur

Setiap orang tentu memiliki cita citanya tersendiri yang mana kecil kemungkinannya untuk sama antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu siapapun termasuk orang tua tidak bisa melarang malah justru harus mendukung apa yang diinginkan orang tersebut. Dengan menekuni apa yang diimpikannya diharapkan orang tersebut bisa lebih nyaman dalam menjalani kehidupannya.
Disuatu saat, ada seseorang separuh baya duduk dimuka tempat tinggalnya. Beliau duduk di kursi goyang yang ia beli dari seseorang rekannya di selatan kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Beliau duduk diatas kursi pas di samping meja kayu yang di ukir seperti mobil. Meja kayu tersebut di bisa dari saudaranya yang bekerja jadi seseorang kontraktor kubah masjid di Kupang. Telah mulai sejak dua th. lantas kursi di belinya. Meja ukir yang terbuat dari kayu juga baru di bisa tempo hari saat lebaran. Saudaranya berniat memberinya karna meja dirumah pria separuh baya itu belumlah ada yang berupa sesuai sama itu.
Waktu sore datang pria separuh baya yang memiliki rambut telah sedikit putih itu duduk termenung dimuka tempat tinggalnya. Beliau dulunya juga bekerja jadi kontraktor kubah masjid di kota Kupang. Beliau memiliki tiga anak lelaki. Anak sulungnya bernama sapri, anak keduanya bernama supri, serta anak bungsunya bernama sarif. Ke-3 anaknya masih tetap sekolah di tingkatan semasing. Dalam termenungnya pria separuh baya ini, kurang lebih ada yang melanjutkan pekerjaannya jadi kontraktor kubah masjid apa tidak. Karna sampai kini ke-3 anaknya tak ada yang membahas cita-citanya jadi kontraktor. Bahkan juga satu diantara mereka yang bicarakan mengenai hasratnya jadi seseorang arsitek di kota Jakarta. Ada pula yang menginginkan jadi pilot. Serta yang paling akhir anaknya menginginkan jadi polisi di Bandung. Berikut sebagai beban pria separuh baya ini. Anak-anaknya memiliki hasrat kelak besarnya tinggal diluar kota semuanya. Mereka beralasan kalau tinggal diluar kota nanti mereka dapat menelusuri semua kota yang berada di Indonesia. Dengan menelusuri itu mereka bisa pengalaman hidup baru dari perjalanannya sepanjang diluar kota itu.
Waktu secangkir kopi pria separuh baya datang dari dalam tempat tinggal yang di anter seseorang wanita yang separuh baya. Pria separuh baya ini tidak mengerti bila istrinya telah datang untuk mengantar secangkir kopinya. Istrinya juga segera duduk diatas kursi goyang samping kanan meja berupa ukiran mobil itu. Kursi yang sekarang ini diduduki istrinya itu yaitu sepasang kursi yang ia beli dari rekannya sekitaran dua th. kemarin. Tetapi kursi itu, baru datang sekitaran setahun lantas karna rekannya baru dapat kirim kursi yang sama. Diluar itu, untuk memperoleh bahan kursi yang sama juga dengan satunya barusan baru ia dapat peroleh saat itu. Waktu sang istri bertanya ada apa yang berlangsung pria separuh baya ini meneteskan air mata. Pria separuh baya ini meneteskan air mata karna ia terfikirkan masa tuanya kelak tinggal dengan siapa bila anak-anaknya diluar kota. Walau tidak mewarisi pekerjaannya jadi kontraktor kubah masjid ayah separuh baya ini menginginkan satu diantara anaknya tetaplah tinggal di Kupang Nusa Tenggara Timur.

Kontraktor Kubah Masjid di Bandung Jawa Barat

Kontraktor Kubah Masjid di Bandung Jawa Barat

Kontraktor Kubah Masjid di Bandung Jawa Barat

Hidup di lingkungan masyarakat memanglah harus saling membantu antara satu sama lain. Karena itu kehidupan bersosialisasi dengan masyarakat harus diutamakan. Agar Terjalin silaturahmi yang mengakrabkan antara satu orang dengan orang yang lainnya.
Manusia yaitu makhluk sosial. Makhluk yg tidak dapat hidup dengan sendirinya. Meskipun kondisi sehat seperti apa pun tentu tetaplah memerlukan pertolongan dari orang yang lain. Mulai keperluan pokok yang kita perlukan sampai keperluan primer, kita tetaplah memerlukan pertolongan orang yang lain. Tiap-tiap manusia sebaiknya mengerti semuanya. Keperluan pokok seperti makan berbentuk beras saja mesti memohon pertolongan pada beberapa petani. Beberapa petani menanam padi dengan juga maksud supaya nanti dia dapat juga beli keperluan pokok terkecuali beras. Sedang keperluan primer memanglah sebaiknya di kelas-kelaskan karna tidak kebanyakan orang satu membutuhkan namun orang satunya juga memerlukan. Seperti mobil, seseorang petinggi membutuhkannya sehari-hari untuk digunakan bekerja, walau demikian orang yang berkehidupan simpel bekerja cuma menggunakan sepeda motor bahkan juga ada pula yang cuma dengan jalan kaki karna keperluan mereka tidaklah tidak sama. Tetapi ada keperluan yang awalannya keperluan primer jadi keperluan pokok. Seperti keperluan orang kaya yang menginginkan membuat masjid yaitu ayah haji Ridwan. Ayah haji Ridwan ini menginginkan membuat masjid dengan kubah yang berlainan dengan masjid di dekat tempat tinggalnya. Hingga ayah haji mesti mendatangi kontraktor kubah masjid.
Saat ayah haji jalan dengan maksud mencari kontraktor kubah masjid, beliau memperoleh tempat yang pas untuk dibangun masjid. Letaknya kurang lebih 10 KM dari kota Bandung. Beliau mendadak berhenti serta menginginkan menjumpai orang yang jual tanah itu. Tidak demikian lama orang yang miliki tanah itu datang. Kebetulan yang miliki tempat tinggal berdampingan dengan tanah yang juga akan di jualnya. Sesudah bebrapa bicara agak lama, ayah haji mengungkapkan tanahnya ini bila bisa di beli jadi nanti juga akan jadikan masjid. Dengan spontan ayah yang memiliki tanah itu juga mengungkapkan hasratnya bisa mengurusi masjid, karna tanah yang dia jual ini dulu juga menginginkan jadikan masjid dengan maksud nanti bila anak cucunya datang kerumahnya dapat berjamaah serta membiasakannya dekat dengan aktivitas masjid. Tetapi apa daya ayah itu, istri yang dia sayangi sekarang ini tengah sakit serta memerlukan cost banyak. Ayah penjual tanah itu pada akhirnya dengan berat hati jual tanahnya. Serta ayah itu ingin jual ke pak haji dengan maksud nanti bisa jadikan satu masjid.
Ayah haji Ridwan melanjutkan perjalanannya sampai beliau temukan tulisan kontraktor kubah masjid. Beliau segera tersenyum serta masuk untuk pesan kubah masjid. Tetapi, hari telah tunjukkan jam 12. 00 siang. Kontraktor kubah masjid saatnya istirahat. Ayah haji dalam hatinya juga akan menanti hingga kontraktor itu buka kembali. Serta saat tunjukkan 13. 30 kontraktor itu buka, ayah haji segera pesan kubah masjid seperti yang dikehendakinya. Sampai tinggal menanti hari saja kontraktor kubah masjid membuatnya serta kirim pesanan ke tempat tinggal ayah haji Ridwan.